Rayon Chpndrodimuko berdiri sejak kampus UIN Malang mash bernama IAIN Sunan Ampel Malang. IAIN Sunan Ampel Malang pada waktu itu hanya memiliki satu fakultas yaitu Fakultas Tarbiyah.
Rayon "kawah" chondrodimuko merupakan rayon tertua di PMII Komisariat UIN Malang. pada saat IAIN Malang hanya terdapat fakultas Tarbiyah , pmii rayon "kawah" chondrodimuko pernah menjadi komisariat. berjalannya waktu, ketika IAIN mulai membuka fakultas-fakultas baru, maka berdirilah rayon-rayon baru pada tahun 2002.
berdirinya Rayon"kawah" Chondrodimuko tentu tidak dapat di pisahkan dari jasa sahabat-sahabat terdahulu untuk sepakat memberi nama rayon ini "kawah" chondrodimuko. salah satu alasany amengapa rayon ini di beri nama "kawah" chondrodimuko, dengan berdasarkan cerita yang ada dalam dunia perwayangan "Gatot Kaca" untuk menjadi sakti mandraguna harus di tempa,harus di godog di sebuah kwaah yang bernama kawah chondrodimuko. artinya bahwa seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan agar menjadi mahasiswa yang tangguh untuk hidup yang dipenuhi dengan orang-orang yang berkepentingan dan fenomena-fenomena zaman sekarang.
Berikut merupakan sahabat-sahabat yang telah berjasa memimpin diantaranya ialah seperti ;
1.
Khoirul
Yahya “Mas Sastro” (1994-1996)
2.
Lukman
Hakim (alm) (1996-1997)
3.
Moh.
Habib (1997-1998)
4.
M.Miftahus
Syaian (1998-1999)
5.
Abdurrahman
(1999-2000)
6.
Quraisy
(2000-2001)
7.
Alfin
Mustikawan (2001-2002)
8.
Abdullah
“Dadang” (2002-2003)
9.
Abu
Bakar (2003-2004)
10.
Moh.
Asrofi ( 2004-2005)
11.
Aliful
Ma’arif ( 2005-2006)
12.
Syarif
Ahmad Sholeh (2006-2007)
13.
M.
Tulus Yamani ( 2007-2008)
14. Moj. Syamsul Arifin ( 2008-2009)
15. M. Wildan Habibi (2009-2010)
16. Miftahul Arief Rahman (2010-2011)
17. Mutholibin (2011-2012)
18. Lukman Hakim (2012-2013)
19. Khirul Anam (2013-2014)
20. Hasyim Latief (2014-2015)
21. Ahmad Ainul Fuadi (2015-2016)
22. Sulthonul Khiorul Umam (2016-2017)
23. Dimas Reza Aditiya (2017-2018)
24. Akmal Cahya Ramadhani (2018-2019)
25. M. Iqbal Ghifari Enhas (2019-sekarang)
Mereka adalah pejuang PMII yang tangguh, setangguh gatot koco dalam mempertahankan ideologi Ahlussunnah Wal Jama'ah. Rayon "kawah" Chondrodimuko merupakan tempat mahasiswa Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dalam mengaktualisasikan ilmu maupun potensi yang ia miliki. Seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan memang memiliki spesifikasi di bidang pendidikan, sehingga mau tidak mau, merka dituntut unutk memiliki skill individu yang handal dalam pengajaran. sedangkan hal tersebut, ilmu tidak hanya dapat di peroleh dengan masuk kelas perkuliahan saja atau bidang akademis saja, namun juga dapat dari non akademis. hal ini menurut logika sosial, bahwasanya 30% ilmu diperoleh dari perkuliahan, 30% dari membaca buku. dan selebihnya dapat diperoleh melalui kegiatan luar, maka dari itu, Rayon "kawah" Chondrodimuko di sediakan untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang ingin menumbuh kembangkan intelektual serta minat dan bakat itu sendiri
0 Komentar