Sejarah Singkat Berdirinya PMII Rayon "Kawah" Chondrodimuko


Rayon "kawah" Chondrodimuko merupakan salah satu rayon dari enam rayon yang berada di bawah naungan Komisariat PMII "Sunan Ampel" Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. dimana rayon "kawah" chondrodimuko ini awalnya menaungi  jurusan diantaranya : Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (P.IPS), Manajemen Pendidikan Islam  (MPI). Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). kemudian hari ini  Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menambah jurusan baru, Tadris Bahasa Inggris (TBI). dan Tadris Matematika (TMTK). itu artinya, PMII Rayon "kawah" chondrodimuko hadir untuk menaungi tujuh jurusan.
Rayon Chpndrodimuko berdiri sejak kampus UIN Malang mash bernama IAIN Sunan Ampel Malang. IAIN Sunan Ampel Malang pada waktu itu hanya memiliki satu fakultas yaitu Fakultas Tarbiyah.
Rayon "kawah" chondrodimuko merupakan rayon tertua di PMII Komisariat UIN Malang. pada saat IAIN Malang hanya terdapat fakultas Tarbiyah , pmii rayon "kawah" chondrodimuko pernah menjadi komisariat. berjalannya waktu, ketika IAIN mulai membuka fakultas-fakultas baru, maka berdirilah rayon-rayon baru pada tahun 2002.
berdirinya Rayon"kawah" Chondrodimuko tentu tidak dapat di pisahkan dari jasa sahabat-sahabat terdahulu untuk sepakat memberi nama rayon ini "kawah" chondrodimuko. salah satu alasany amengapa rayon ini di beri nama "kawah" chondrodimuko, dengan berdasarkan cerita yang ada dalam dunia perwayangan "Gatot Kaca" untuk menjadi sakti mandraguna harus di tempa,harus di godog di sebuah kwaah yang bernama kawah chondrodimuko.   artinya  bahwa seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan agar menjadi mahasiswa yang tangguh untuk hidup yang dipenuhi dengan orang-orang yang berkepentingan dan fenomena-fenomena zaman sekarang.
Berikut merupakan sahabat-sahabat yang telah berjasa memimpin diantaranya ialah seperti ;

1.      Khoirul Yahya “Mas Sastro” (1994-1996)
2.      Lukman Hakim (alm) (1996-1997)
3.      Moh. Habib (1997-1998)
4.      M.Miftahus Syaian (1998-1999)
5.      Abdurrahman (1999-2000)
6.      Quraisy (2000-2001)
7.      Alfin Mustikawan (2001-2002)
8.      Abdullah “Dadang” (2002-2003)
9.      Abu Bakar (2003-2004)
10.  Moh. Asrofi ( 2004-2005)
11.  Aliful Ma’arif ( 2005-2006)
12.  Syarif Ahmad Sholeh (2006-2007)
13.  M. Tulus Yamani ( 2007-2008)
14.  Moj. Syamsul Arifin ( 2008-2009)
15.  M. Wildan Habibi (2009-2010)
16.  Miftahul Arief Rahman (2010-2011)
17.  Mutholibin (2011-2012)
18.  Lukman Hakim (2012-2013)
19.  Khirul Anam (2013-2014)
20.  Hasyim Latief (2014-2015)
21.  Ahmad Ainul Fuadi (2015-2016)
22.  Sulthonul Khiorul Umam (2016-2017)
23.  Dimas Reza Aditiya (2017-2018)
24.  Akmal Cahya Ramadhani (2018-2019)
25. M. Iqbal Ghifari Enhas (2019-sekarang)
    Mereka adalah pejuang PMII yang tangguh, setangguh gatot koco dalam mempertahankan ideologi Ahlussunnah Wal Jama'ah. Rayon "kawah" Chondrodimuko merupakan tempat mahasiswa Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dalam mengaktualisasikan ilmu maupun potensi yang ia miliki. Seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan memang memiliki spesifikasi di bidang pendidikan, sehingga mau tidak mau, merka dituntut unutk memiliki skill individu yang handal dalam pengajaran. sedangkan hal tersebut, ilmu tidak hanya dapat di peroleh dengan masuk kelas perkuliahan saja atau bidang akademis saja, namun juga dapat dari non akademis. hal ini menurut logika sosial, bahwasanya 30% ilmu diperoleh dari perkuliahan, 30% dari membaca buku. dan selebihnya dapat diperoleh melalui kegiatan luar, maka dari itu, Rayon "kawah" Chondrodimuko di sediakan untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang ingin menumbuh kembangkan intelektual serta minat dan bakat itu sendiri



Posting Komentar

0 Komentar