PELATIHAN PUBLIC SPEAKING


        Selasa, 2/06/21 pukul 19.00 WIB s/d 21.00 WIB. BSO KOPRI PMII Rayon ‘Kawah’ Chondrodimuko memulai pemberdayaan kader pasca Pelatihan Kader Dasar (PKD)dengan pelatihan Public Speaking sebagai praktik skill kader dan pengurus Rayon. Hadirnya diskusi ini tidak bersifat online, dengan tujuan untuk memaksimalkan minat dan kemantapan kader yang berada di malang untuk senantiasa bertatap muka dengan pengurus dan pemantik. Putri Hana Wahyu sebagai pemantik yang sudah menyandang gelar M.Pd. Beliau merupakan salah satu kader PMII Rayon Kawah Chondrodimuko. Jadi, tidak dapat dipungkiri dalam pengalamannya berproses di Rayon terlebih pada Biro Gerakan dan Advokasi sudah mumpuni.

      Pelatihan Public Speaking dibuka oleh Sahabati Nisvi Sabbriani yang merupakan salah satu anggota BSO KOPRI memperkenalkan Sahabati Putri Hana kepada peserta diskusi yang berjumlah kurang lebih 20 peserta dan para pengurus. Pada awal pelatihan Public Speaking, selalu diawali dengan pembukaan dan do’a oleh moderator sera sapa hangat untuk sahabat/i yang berada di dalam furum. Setelah adanya perkenalam melalui pembacaan Curiculum Vitae, Sahabati Putri Hana memulai diskusi dengan menyampaikan beberapa pont penting mengenai Public Speaking yang memang harus menjadi keahlian dan ciri khas kader PMII. Karena menurut beliau, “tidak ada ornag suskses yang tidak mampu berbicara dengan baik, dan hubungan yang baik dapat diawali dengan komunikasi yang baik.” Begitulah inti dari awal pembukaan diskusi yang disampaiakan oleh Sahabati Putri Hana. Terdapat beberapa Tips yang menjadi pesan penting untuk para pengurus dan kader yang turut serta dalam diskusi yakni, “Cara melatih kemampuan public speaking ialah dengan memperhatikan 3 (tiga) hal yaitu Variasi Suara (intonasi), Gestur (bahasa) tubuh, dan Ekspresi wajah.” Karena dalam mempraktikan teks atau rancangan public speaking yang memiliki 3 macam kualifikasi (MC Formal, MC Non-Formal, dan Orasi) juga harus memperhatikan 3 hal diatas guna tersampaikannya rasa emosional dari pembicara kepada pendengar. Dengan tersalurkannya feel tersebut, maka berjalannya acara juga dapat dinikmati oleh pendengar. Untuk mengetahui potensi kader, sahabati Putri Hana juga tidak tanggung-tanggung menunjuk dan mempersilahkan peserta untuk praktik satu persatu diantara 3 jenis public speaking. 

        Hal ini berujung pada evaluasi yang disampaikan oleh pendengar di dalam forum serta dari pemateri, tentang apa saja yang kurang dalam teknik berbicara di depan umum. Evaluasi yangh disampaikan oleh beberapa pendengar juga tidak terlepas dari tata bahasa yang dibunakan dan bahasa tubuh yang menjadi bawaan dari masing-masing kader. Terdapat bebrapa pertanayaan yang menjadi perhatian pemateri, sehingga disediakan 4 (empat) penanya yang nantinya diberi kesempatan untuk dapat memiliki give away berupa buku berjudul “Perempuan Tali Jagad”. Keempat penanya tersebut diantaranya, Sahabati Intan, Sahabatio Azida, Sahabat Mujab, dan Sahabat Nazar. Pertanyaan yang diajaukan dari masing-masing kader sebenarnya hampir sama, yakni bagaiamana cara menata tata bahasa saat ber-orasi? Karena, dalam pembawaan sebuah orasi tentunya kata-kata yang disampaikan terkadang tidak selalu sesuai dengan teks orasi. Begitulah inti pertanyaan dari keempat kader tersebut. Dalam akhir diskusi, sahabati Putri Hana dengan energinya yang amat bersemangat menjelaskan kembali bagaiamana cara ber-orasi dengan tetap fokus, agar tidak mudah teralihkan ketika menyampaikan orasi. 

       Diskusi berjalan dengan lancar dan antusias dari seluruh peserta, dan diakhiri do’a oleh moderatorSahabati Nisvi. Dengan demikian, produk dari pelatihan public speaking adalah pencetak akder yang mampu berkomunikasi dengan baik dan beraspirasi melalui ideologi dan kecakapan berbicara di depan umum.   


Pewarta : Nisvi Sabbriani

Posting Komentar

0 Komentar