OPEN HOUSE KOPRI PMII RKCD


MALANG - Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon “Kawah” Chondrodimuko Sunan Ampel Malang menggelar acara Open House Kopri yang dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Januari 2021 pukul  09.00-11.30 WIB (pagi menjelang siang). Kegiatan ini mengusung tema “Rekonstruksi Semangat Perempuan Menuju KOPRI yang Berkemajuan”.

"Open House KOPRI adalah momen untuk mengenal KOPRI RKCD lebih dekat baik terkait keanggotaan maupun program kerjanya yang di dalamnya selalu melibatkan laki-laki dan perempuan, seringkali yang disalah artikan adalah kegiatan KOPRI hanya untuk perempuan saja, padahal tidak seperti itu konsepnya. Acara yang bertajuk Rekonstruksi Semangat Perempuan Menuju KOPRI yang Berkemajuan ini mempunyai  harapan besar pada kebangkitan perempuan sebagai ghiroh KOPRI dalam jati diri PMII saat ini,” ujar Rinanda Aprilia dalam sambutannya selaku ketua BSO Kopri PMII Rayon “Kawah” Chondrodimuko yang mana menjadi penyelenggara utama kegiatan ini. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara online (via Zoom) karena melihat situasi pandemi Covid-19 yang belum reda, dan tidak memungkinkan untuk dilakukan secara offline. Namun hal tersebut tidak melunturkan semangat kader-kader mujahid untuk mengikuti Open House KOPRI ini. Terbukti dari banyaknya anggota yang telah mendaftarkan dirinya untuk mengikuti kegiatan ini, jika dihitung sekitar 150 participants. Pendaftar mendaftarkan dirinya di Google form dan juga mengisi absen yang telah disediakan pengurus. 

Open House KOPRI ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya dan selalu diisi oleh pemateri atau narasumber yang sangat berpengalaman. Untuk tahun ini, kami mengundang Ibu Uswatun Hasanah selaku Direktur Kopri RKCD masa khidmat 2012/2013 sebagai narasumber. Sebelumnya, kegiatan ini juga dihadiri oleh M. Saharul Adha Alfani selaku Ketua Rayon PMII RKCD yang juga memberikan sambutannya di awal acara. 

"Rekonstruksi semangat perempuan sangatlah dibutuhkan baik untuk saat ini maupun masa mendatang, karena laki-laki untuk menjadi sukses hanya butuh satu usaha namun perempuan butuh dua kali lipatnya. Bersemangat, berjuang tanpa lelah, untuk menjadi perempuan yang luar biasa dan tidak hanya biasa-biasa saja," ujar Ibu Uswatun Hasanah saat menyampaikan materi. 

Dalam kesempatan ini tentunya sangat banyak ilmu yang bisa diambil oleh para peserta. Baik saat penyampaian materi maupun saat sesi tanya jawab. Tidak hanya ilmu, peserta juga mendapatkan relasi atau sahabat/i baru yang belum dikenal sebelumya.

Posting Komentar

0 Komentar